Viral Surat untuk Jokowi Minta Bantuan Ungkap Kematian Ayah







Foto Istimewa

Beritaislam.org - Terkait kematian tahanan Polres Subang berinisial ADS, beredar Surat anak tahanan yang ditujukan kepada Presiden Joko Widodo atau Jokowi dalam dengan tulisan tangan. Dalam surat tersebut menuliskan namanya "Michelle" yang meminta Jokowi selaku Presiden membantu ibunya yang tengah memperjuagkan keadilan atas kematian ayahnya yang dalam masa penahanan.

Nama saya Michelle kelas 2 SD dan kakak saya Pramudya Kelas 6 SD sekolah di Subang.
Bapak Jokowi ayah saya kerja di Pemda Subang ayah saya PNS tapi sekarang ayah saya sudah meninggal saya mendengar waktu bunda nelefon kalo ayah meninggal di rumah sakit karen ayah di pukuli di Polres Subang sampe ayah meninggal
Saya sudah gak punya ayah

Bunda juga selalu pergi ke kantor polisi katanya ingin keadilan buat ayah
Sekarang saya Michelle, Pramudya, Hafidz, Faddly Gak Punya Ayah
Bapak Jokowi bantu bunda saya
Terima kasih Bapak Presiden
Dari Michelle dan Pramudya

Kemudian ID Instagram yang sama juga mem-posting cerita istri korban ADS, Ibu Acu Kartini yang menceritakan kronologis kejadian yang menimpa ADS selama dalam tahanan. Dalam pengakuan Acu bercerita bahwa selama dalam tahanan ADS meminta untuk ditransfer uang sebsar 6 juta rupiah dengan alasan untuk makan rekan-rekannya.

Nama saya Acu Kartini.
Alm. Suami saya Ade Diding Sugandi (korban).
Suami saya PNS PEMDA Kab. Subang Bagian Kesra.
Kejadian antara tanggal 6 - 11 Juni 2018. Ditetapkan sebagai tersangka kasus penipuan dan penggelapan.

Kurang lebih 10 menit masuk tahanan Polres Subang sudah ada Telpon dari ‎Suami.
Padahal tahanan tdk diperbolehkan membawa HP. Saya tanya HP siapa? Suami saya jawab HP Penjaga.

Suami saya minta sejumlah uang 6 juta dengan alasan untuk makan Rekan-rekan. Karena saya tidak ada uang saya hanya transfer 500 ribu.

Kemudian Suami saya terus menerus telepon minta sejumlah uang untuk ditransfer kembali. Saya mendengar suara Suami saya seperti dalam tekanan.
Keesokan harinya saya besuk suami saya. Saya kaget karena suami saya sudah babak belur dan jalannya pincang.

Saya menanyakan hal tersebut kepada suami saya. Tapi suami saya menjawab bahwa ia jatuh di kamar mandi dan kakinya pincang karena olah raga.
Tapi ketika penjaga tahanan lengah, Suami saya cerita bahwa dia telah dipukuli oleh +/- 15 orang di dalam sel.

Bagian kepala, dada, sama kemaluan sampai suami saya kencing darah. Jumat-Sabtu saya melihat suami‎ saya semakin parah.

Dan saya minta penangguhan penahanan agar suami saya bisa di bawa ke Rumah Sakit, tapi belum di setujui Pak Kasat Polres Subang. Karena Pak Kasat sedang memantau mudik di Pantura.
Pada hari Minggu jam 9 pagi saya di telepon Bagian Tahanan karena Suami saya kritis dan harus di bawa ke RS Ciereng. Tapi pada pukul 3:30 suami saya meninggal.

Demikian penuturan Ibu Acu, dan dampai saat ini Ibu Acu masih memperjuangkan dan meminta ‎keadilan ke Polres Subang.

Kemudian pihak Polres Subang memberikan klarifikasi atas kejadian tersebut telah ditindaklanjuti dengan melakukan otopsi pada jenazah ADS dan penyelidikan. (Sumber)


[news.beritaislam.org]

Banner iklan disini
loading...

Subscribe to receive free email updates: