Video Viral, Begini Ekspresi 'Ketakutan' Melania Trump Setelah Selesai Bersalaman dengan Vladimir Putin


Beritaislam.org -Perseteruan Rusia - Amerika Serikat pasca Pertemuan Donald Trump dan Vladimir Putin di Helsinki, Finlandia, Senin (16/7/2018) masih menjadi perhatian media. Tapi di media sosial, hanya satu momen yang mendapat perhatian paling heboh dari netizen.

Momen itu tidak melibatkan Trump dan Putin, melainkan antara Putin dan istri Donald Trump, Melania Trump. Ya, sebuah video yang menampilkan momen ketika Putin menyalami Melania di Helsinki, beredar di Twitter.  Yang membuat video itu menjadi viral, adalah perubahan ekspresi wajah Melania sesaat setelah bersalaman dengan Putin.

Saat bertemu Putin, Melania terlihat begitu normal. Laiknya bertemu dengan pimpinan negara lain, Melania terlihat tersenyum ramah. Tapi, begitu Putin melepas tangan dan berbalik, ekspresi wajah Melania langsung berubah. Ia memasang ekspresi wajah seolah tengah ketakutan, dengan mata melotot dan tatapan kosong. Dilansir The Daily Mail, video ini seketika viral di Twitter.

Netizen ramai-ramai mengomentari video tersebut
Aaron McCord, menulis bila Melania adalah satu-satunya orang di ruangan pertemuan, yang menyadari betapa berbahayanya seorang Vladimir Putin.

Sementara, pengguna Twitter lain, @7bugglettes, menulis : "Melania terlihat seperti baru menatap mata sesosok setan..."

Ada juga @srmduke87, yang menulis : "Aku pikir dia kelihatan ketakutan setengah mati,".

Trump Bela Putin
Viralnya video ini mengiringi derasnya kritik warga Amerika terhadap Donald Trump yang meralat pernyataannya yang menuai kritik tentang campur tangan Rusia dalam pemilihan umum presiden AS pada 2016.

Dilansir Kompas.com, dalam konferesi pers bersama Presiden Rusia Vladimir Putin di Helsinki, Finlandia, Senin (16/7/2018), Trump mengatakan dia tidak melihat alasan mengapa Rusia mau mencampuri pemilu AS yang memenangkan dirinya.

"Dalam kalimat kunci pernyataan saya, saya bilang kata 'mau' padahal seharusnya 'tidak mau'," ucapnya di Gedung Putih pada Selasa (17/7/2018), seperti diwartakan AFP.

"Kalimat itu seharusnya, 'Saya tidak melihat alasan mengapa Rusia tidak mau (mencampuri pemilu AS)'. Ini semacam pernyataan negatif ganda," imbuhnya.

NBC News melaporkan, pada konferensi pers Senin lalu, Trump tampak membela Putin yang menyangkal pihaknya terlibat dalam pemilu AS.

"(Putin) bilang itu bukan Rusia. Saya akan mengatakan ini, saya tidak melihat alasan apa pun mengapa Rusia mau (mencampuri pemilu AS)," ucapnya.

Sambil meralat pernyataannya yang keliru, Trump mendukung intelijen AS untuk menyelidiki dugaan campur tangan Rusia dalam pemilu AS.

"Saya menerima kesimpulan dari intelijen kami bahwa ada campur tangan Rusia dalam pemilu 2016," katanya.
"Namun bisa jadi orang lain juga, ada banyak orang di luar sana," imbuhnya.

Anggota Senat dari Partai Demokrat Chuck Schumer menanggapi klarifikasi Trump.

"Presiden Trump berusaha meronta dari apa yang dia katakan kemarin. Ini sudah terlambat 24 jam, dan di tempat yang salah," ujarnya.

Investigasi Penasihat Khusus sekaligus mantan direktur FBI Robert Mueller tentang campur tangan Rusia dan dugaan kolusi dalam kampanye Trump, semakin menekan Gedung Putih. Presiden mengklaim tidak ada kolusi sama sekali. Namun, penyelidikan sedang berlangsung, Juri Agung AS secara resmi mengajukan tuntutan terhadap 12 perwira intelijen Rusia pada Jumat lalu. (tribunnews)

[news.beritaislam.org]

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel