Jawaban Telak Untuk Narkosun, Komentator Cuitan Ustadz Felix Siauw Yang Bela-bela Staquf (@narkosun01)

Jawaban Telak Untuk Narkosun

Beritaislam.org - Ustadz Felix Siauw yang pada 15 Juni 2018 lalu menulis cuitan menyindir staquf ternyata mendapat respon dari para pembela Yahya Staquf.

Ustadz Felix Siauw menulis cuitan "Nabi Muhammad saw itu Arab Quraisy, Al-Qur'an bahasa Arab, tapi begitu bencinya dengan Arab, katanya "kita dijajah Arab" | Israel negara penjajah, kebiadaban Yahudi masyhur di Al-Qur'an, tapi dia bermanis muka, katanya "we choose Rahmah" | Oh. Begitu. Baiklah 😑😑😑"

Seorang komentator yang membela Staquf mengomentari cuita Ustadz Felix tersebut "Abu Lahab itu Arab Quraisy, Qur'an bahasa Arab krn nabi “diturunkan” di Arab tp sumber fitnah jg berasal dr Arab(Najd) | Israel & Palestina rebutan tanah kekuasaan,kebiadaban Yahudi masyhur di Qur'an tp antum tau ga ada Yahudi yg ikut perang Uhud bela nabi |Ga tau ya?Oh baiklah!"

Jawaban Dari Ustadz Irfan Abu Naveed:

Coba kita berpikir lebih cerdas:

Abu Lahab orang arab tak menjadi dasar bagi YS dan pengikut lugunya yang fanatik untuk nyinyir pada apa yang dikarangnya sendiri "Islam Arab", hingga ada di luar sana yang tak waras menyinggung melecehkan futuhat dalam Islam sebagai penjajahan.

Jangan ajari ketidakwarasan membenci nusantara dengan logika: ada orang yang lahir di bumi nusantara itu koruptor kakap, pezina, homo, penipu, penjilat Israel dsb, lalu kita benci nusantara? Tentu saja tidak, karena kita berdakwah adalah bukti cinta pada negeri ini.

Ayolah jangan kalah cerdas oleh orang yang diklaim muallaf, karena muallaf yang belajar Islam, mengamalkan dan mendakwahkannya jauh lebih mulia daripada orang yang sejak lahir di keluarga muslim tapi berjumpa Yahudi lisannya jadi gagap bicara kebenaran sembari mengerdilkan kedudukan al-Quran sebagai dokumen sejarah.

Coba baca ayat:

يٰۤاَيُّهَا النَّاسُ اِنَّا خَلَقْنٰكُمْ مِّنْ ذَكَرٍ وَّاُنْثٰى وَجَعَلْنٰكُمْ شُعُوْبًا وَّقَبَآئِلَ لِتَعَارَفُوْا ۗ اِنَّ اَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللّٰهِ اَ تْقٰٮكُمْ ۗ اِنَّ اللّٰهَ عَلِيْمٌ خَبِيْرٌ

"Wahai manusia! Sungguh, Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, kemudian Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sungguh, yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa. Sungguh, Allah Maha Mengetahui, Maha Teliti." (QS. Al-Hujurat 49: Ayat 13)

Siapa lagi kalau bukan orang yang bertakwa? Dalami pesan mendalam nan agung ayat tersebut dengan iman dan ilmu (tafsir-balaghah).

Umar bin al-Khaththab r.a. pun muallaf tapi ke Islamannya jauh lebih baik daripada mereka yang nyinyir kepada muallaf, mari belajar bijak.

Semakin terlihat hakikatnya


[news.beritaislam.org]
Banner iklan disini