Dibebas Tugaskan, Guru Besar Undip Tulis Status Menohok Gelar Pangeran Diponegoro "Khalifatullah ing Tanah Jawi"


Beritaislam.org - Kontroversi dosen Universitas Diponegoro (Undip) Semarang yang diduga mendukung kegiatan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) menemui titik terang. Rektor Undip, Yos Johan Utama mengatakan, pihak universitas telah membebastugaskan seorang pengajar atas dugaan mendukung HTI.

"Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 53 Tahun 2010, bagi yang sedang memegang jabatan selama pemeriksaan itu dibebastugaskan," ujar Yos seperti dilansir Antara, Kamis (31/5).

Yos sudah menandatangani surat pembebastugasan pejabat terperiksa dan akan berlaku sejak yang bersangkutan menjalani pemeriksaan terkait dengan dugaan pelanggaran disiplin PNS. Meski begitu, Yos enggan menyebutkan siapa nama pengajar yang dimaksud. Menurutnya peraturan tersebut berlaku untuk siapa saja.

Saya tidak mau menyebut nama karena ini akan berlaku untuk siapa pun yang terduga istilahnya. Semuanya sudah diatur jelas dalam PP Nomor 53 Tahun 2010," kata Yos.

Sebelumnya, dosen sekaligus guru besar FH Undip, Suteki menjadi perbincangan setelah unggahannya di media sosial yang dianggap sebagai bentuk dukungan terhadap HTI.

Terkait unggahannya tersebut, Suteki juga telah menjalani sidang etik akademik oleh Dewan Kehormatan Komite Etik (DKEE) Undip pada Rabu (23/5) lalu. Demikian dikutip dari Kumparan.

BeritaIslam.org mencoba berselancar ke akun Prof. Suteki yang beralamat di https://www.facebook.com/princee.suteki.

Beliau Menulis status berbunyi : UN-DIP 
Gelar Pangeran Diponegoro==
Sultan Abdulhamid Cokro Amirulmukminin Sayidin Panotogomo Khalifatullah ing Tanah Jawi (benarkah))?

Beliau dituduh mendukung HTI dan akhirnya dibebastugaskan, sementara HTI dipermasalahkan karena memperjuangkan Khilafah, lha ternyata pangeran Diponegoro yang menjadi nama kampus Undip bergelar Sultan Abdulhamid Cokro Amirulmukminin Sayidin Panotogomo Khalifatullah ing Tanah Jawi.

Sementara itu akun Mahir Dwi Wibowo pada tanggal 1 Juni menuliskan "Ternyata Pangeran Diponegoro itu anti PANCASILA,dan pendukung ideologi Khilafah..
Tuh lihat saja gelarnya,"Sultan Abdulhamid Cokro Amirulmukminin Sayidin Panotogomo Khalifatullah Tanah Jowo."

Tapi pengusung ideologi Khilafah kok bisa jadi pahlawan Nasional ya?

[news.beritaislam.org]
Banner iklan disini