Subhanallah, Video Pengibaran Masirah Panji Rasulullah Di Tanah Serambi Mekah



Beritaislamterbaru.org - Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) perwakilan Aceh mengadakan pengkibaran Masirah Panji Rasulullah dengan Tema “Khilafah Kewajiban Syar’i, Jalan Kebangkitan Umat”.
Hizbut Tahrir Indonesia perwakilan Aceh mengadakan pengkibaran Masirah Panji Rasulullah yang diikuti 12 dari 23 Kabupaten/Kota di Provinsi Aceh, Acara tersebut di mulai pada pukul 10.00 WIB, berlangsung di depan Mesjid Baiturahman, Banda Aceh, Minggu 02/04/2017.

Dalam acara pengkibaran Masirah Panji Rasulullah juga dihadiri Ustad Rochmat S. Labis, dalam orasinya mengatakan salah-satu persoalan besar yang dihadapi oleh umat Islam dewasa ini adalah rendahnya pemahaman atau pengetahuan umat akan Islam.

Hal ini membuat terdapat jarak sangat lebar antara Islam disatu sisi dengan umat di sisi lainnya. Akibatnya, tidak sedikit umat Islam yang tidak mengenal atau tidak paham bahkan merasa asing terhadap ajaran agamanya sendiri. Salah satunya terhadap simbol-simbol Islam seperti Al Liwa Ar Raya.

Masirah Panji Rasulullah diadakan oleh Hizbut Tahrir Indonesia serentak di 36 kota besar di seluruh Indonesia di sepanjang bulan April 2017, bertepatan dengan bulan Rajab 1438 H, sebagai medium untuk lebih mengenalkan​ simbol-simbol Islam, dalam hal ini Al Liwa dan Ar-Raya atau Panji Rasulullah, bersama dengan ide besar syariah dan khilafah, karena antara Al Liwa dan Ar-Raya dengan syariah tidaklah dapat dipisahkan.

Selain Masirah Panji Rasulullah dalam bentuk Masirah ( long march atau pawai ) yang diakhiri​ dengan tabligh akbar, Hizbut Tahrir Indonesia juga mengadakan acara yang diberi nama Internasional/Indonesia Khilafah Forum. Forum ini merupakan sarana pertemuan antara keluarga besar HTI dengan tokoh masyarakat dari berbagai kalangan untuk membangun keseharian dan kesamaan persepsi tentang pentingnya merajut langkah bersama membangkitkan umat dan melakukan perubahan menuju kehidupan Islami yang dicita citakan bersama.

Liwa dan Ar-Raya adalah simbol eksistensi Islam baik disaat damai maupun perang. Sedemikian penting simbol itu, sehingga para sahabat mempertahankannya dengan taruhan nyawa, Sebagai mana terjadi dalam perang Mu’tah sebuah perang besar yang menghadapkan antara pasukan Islam dan Romawi, Dalam perang itu tiga sahabat yang mulia gugur. Rasulullah saw bersabda ketika berbelasungkawa atas Zaid, Ja’far dan Ibn Rawahah:

أَخَذَ الرَّايَةَ زَيْدٌ فَأُصِيبَ ثُمَّ أَخَذَهَا جَعْفَرٌ فَأُصِيبَ ثُمَّ أَخَذَهَا عَبْدُاللَّهِ بْنُ رَوَاحَةَ فَأُصِيبَ
Ar-Râyah dipegang oleh Zaid, lalu ia gugur; kemudian diambil oleh Ja‘far, lalu ia pun gugur; kemudian diambil oleh Ibn Rawahah, dan ia pun gugur.” (HR. Bukhari).
(rubernews.com, 2/4/2017)

Untuk melihat lebih banyak video silakan kunjungi https://www.facebook.com/acehmilikallah




[www.beritaislamterbaru.org]
Banner iklan disini