Konyolnya Si Tukang Bubarin Pengajian, Spanduk Dipasang Dimarkas HTI Yang Dibeli Oleh Anggota HTI Disuruh Copot
Beritaislamterbaru.org - Hal yang terjadi di kabupaten Rembang Jawa Tengah ini benar-benar konyol. Seperti diceritakan oleh Muhammad Rasyidi Aziz yang merupakan Anggota HTI penggagas Properti Syariah tanpa Riba ini menceritakan hal yang sedikit lucu.
Ia mengatakan bahwa spanduk yang berada di markas HTI Rembang diminta dicopot oleh sekelompok orang. Sepanduk tersebut berisi tentang hadist bendera Rasulullah Liwa' dan Rayyah yang di pasang di atas ruko tingkat di kota Rembang seperti terlihat pada foto yang diunggahnya di facebook.
Padahal Ruko tersebut sudah sah menjadi miliknya dan sudah diakuisisi dengan sempurna. Ia kemudian menggunakan ruko tersebut untuk markas dakwah di kota kelahirannya di Rembang terang Rasyid pada (3/4/2017).
Ia juga menyinggung soal dana E KTP yang yang digunakan untuk pemilihan Ketua GP Anshor.
Seperti dikutip dari laman okezone, Anggota DPR Fraksi Partai Demokrat Khatibul Umam Wiranu disebut menerima USD 400 ribu terkait proyek e-KTP. Mantan Bendahara Umum Partai Demokrat Muhammad Nazaruddin mengatakan, uang itu digunakan Khatibul untuk biaya pencalonannya sebagai calon ketua umum GP Anshor.
"Khatibul Umam waktu itu mau maju jadi Ketum GP Anshor," kata Muhammad Nazaruddin saat bersaksi untuk terdakwa korupsi e-KTP mantan pejabat Kemendagri Irman dan Sugiharto di Pengadilan Tipikor Jakarta.
Nazar menjelaskan, waktu itu ada penyerahan uang USD 500 ribu ke Fraksi Partai Demokrat. Uang itulah dibagi untuk Khatibul dan mantan Ketua Fraksi PD di DPR Jafar Hafsah. "Lalu Jafar Hafsah diberikan USD 100 ribu dan Khatibul USD 400 ribu," ungkap Nazar.
Dia menjelaskan, uang yang diminta Jafar untuk keperluan membeli mobil. Lebih lanjut Nazar menjelaskan, penyerahan duit untuk Khatibul dilakukan lewat staf Permai Grup. Uang diserahkan di Surabaya, Jawa Timur.
Berikut adalah kutipan status yang diunggah Muhammad Rasyidi Aziz
"KEJADIAN HARI INI, SORE INI
Ini ada 2 kejadian berbeda hari ini. Tapi obyeknya sama, atau minimal ada kaitannya. Apa saja ?
Pertama.
Ini komplek ruko saya, ruko ini pun milik saya. Tanahnya pun sudah saya akuisisi dengan sempurna. Lalu saya gunakan sebagai markas dakwah di daerah kelahiran saya. Oleh rekan-rekan dipasangi spanduk dakwah. Spanduk yang isinya hadist mengenai bendera ummat Islam, bendera Rosul, arraya dan alliwa.
Sore ini, saat ini, sedang didatangi oleh beberapa orang berseragam ormas yang kemarin membubarkan acaranya teman-teman di Surabaya. Mereka ngotot akan mencopot spanduk ini, padahal kita pasang di tempat sendiri, diruko sendiri. Kok situ yang kepanasan...?
Kedua.
Sidang hari ini tentang e-KTP. Eks Bendum Partai Demokrat memberikan kesaksian mengenai bancaan dana e-KTP. Silahkan di amati dan dicermati.
Gusti Allah mboten sare...!
Ayo bongkar siapa para komprador itu..
Audit dananya, siapa saja yg jadi dalangnya."
[www.beritaislamterbaru.org]

