KISAH MENGHARUKAN PENGORBANAN KAFILAH PULAU KANGEAN BERLAYAR KE SURABAYA IKUTI MASIRAH PANJI RASULULLAH, TAPI ACARA DIHALANGI

KISAH MENGHARUKAN PENGORBANAN KAFILAH PULAU KANGEAN BERLAYAR KE SURABAYA IKUTI MASIRAH PANJI RASULULLAH, TAPI ACARA DIHALANGI

Beritaislamterbaru.org - MENGHARUKAN, KISAH PENGORBANAN DAKWAH KAFILAH KANGEAN
-Masirah Panji Rasulullah-

Hari Jumat, 31 Maret 2017, pukul 04.00 sore

Kafilah Kangean keluar dari rumah dengan segenap asa menuju Pelabuhan Batu Guluk Kangean, Madura, Jawa Timur. Jadwal berlayarnya kapal perintis dari Kangean menurut info yang valid adalah pukul 05.00 petang, paling tidak toleransi kemolorannya satu jam.

Info terbaru dari amir safar bahwa kapal perintis baru akan bersandar di pelabuhan Kangean sekitar pukul 08.00 malam. Kami tetap putuskan untuk menunggu di pelabuhan.

Tepat pukul 08.00 malam, tidak ada tanda-tanda munculnya kapal. Kami mulai resah, anak-anak muiai terkantuk kantuk hingga ketiduran.

Namun, tidak sedikitpun niat terkurangi..tekad berangkat tetap membara di antara serpihan kelelahan penantian.

Hingga akhirnya pukul 11.10 malam kapal baru bersandar. Alhamdulillah, segala puji MilikMu Ya Allah, yang telah mengganti kepenatan kami dengan kebahagiaan yang menyeruak didada kami.

Jika berangkat pada pukul 11.00 malam dari Pelabuhan Batugolok, kemungkinan kami akan sampai di Kalianget pada Hari Sabtu.

Sabtu, 1 April 2017

Alhamdulillah, pukul 10.00 pagi kami merapat di Pelabuhan Kalianget Sumenep, Madura, Jawa Timur. Separoh perjalan sudah kami lewati, masih ada kesempatan untuk istirahat sebelum melanjutkan keberangkatan ke Surabaya. Rencananya Kafilah Sumenep berjumlah 11 bus dan akan berangkat ke Surabaya pukul 09.00 malam.

Pukul 08.00 malam semua sudah siap. Wajah wajah berseri terpancar, keceriaan anak-anak menambah semngat kami.

Namun dada bergemuruh ketika tak satupun panji Rosulullah berkibar diantara kami. Ada kedzoliman!

Jalan dakwah memang tidak selalu mulus, sebuah ujian yg akan semakin mendekatkan diri kepada Pemilik Kehidupan.

Demikian akhirnya kami harus menunggu berjam jam lagi karena bus pun telat menjemput.

Ahad,2 April 2017

Baru menjelang subuh Kafilah Sumenep 02 memasuki area Masjid Nasional Al Akbar Surabaya.

Kami bergegas untuk wudhu denga antrean yang lumayan panjang, hingga akhirnya kami putuskan untuk wudlu dengan satu botol air untuk menghindari keterlambatan sholat subuh berjamaah.

Sholat subuh berjamaah terbesar yg bisa kami ikuti sepanjang kehidupan kami. Mendesir rasa direlung jantung kami. Rasa haru menyelinap, kala kami pandangi satu persatu wajah saudari kami.

Ya Allah, pagi ini Engkau telah pertemukan kami dibawah keagungan AsmaMu...Engkau telah ikatkan kami dengan kalimat tauhidMu... Kelak kumpulkanlah kami kembali dalam jannahMu...

Kami menunggu tausyiah seperti yang sudah dijadwalkan. Beberapa saat kemudian masuk pesan lewat WhatApp. Jamaah disuruh membubarkan diri dan pulang.

Innalillahi....gerangan apa yg terjadi?!
Setelah ada oknum tak bertanggungjawab tega mencabuti panji Rosulullah yang berkibar dengan agungnya, kmbali ia menggores luka dengan kecongkakannya. Apa lagi kedzoliman berikutnya?

Panji Rosulullah tetap tertancap dan berkibar di dalam qolbu kami, walau mereka telah menghempaskan dan merampasnya....

Kedzoliman mereka tidak akan pernah menyurutkan langkah dakwah kami, malah justru melipatgandakan semangat kami untuk terus melangkah. Kami punya Allah yang tidak pernah tidur.

Mereka berupaya membungkam dakwah, tapi kalimat Tauhid (Laa Ilaha Illallah Muhammad Rasulullah) tetap akan menjadi motivasi tertinggi dalam gerak dakwah kami.

Tidak ada yang sia sia dari ikhtiar yang telah kami lakukan.
Kami berjuang atau memutuskan untuk mundur. Allah tetap menjanjikan kemenangan akan tegaknya SyariahNya.

Maka kami tetap memilih berjuang...
Semoga Allah tetap menjaga hati kami dalam keistiqomahan...

Nb. dikirim oleh seorang saudari, dengan sedikit penyesuaian.

MasirahPanjiRasulullah
PanjiRasulullahSurabaya
IslamRahmatanLilAlamin
IndonesiaMoveUp

https://www.facebook.com/JatimBersyariah/posts/798620470288193

[www.beritaislamterbaru.org]
Banner iklan disini