Ustadz Felix Siauw: Dia Yang Terbiasa Kasar, Melaknat, Maka Linang Air Matanya Tak Ada Harganya

Apapun Demi Kekuasaan
Seseorang yang terbiasa berbohong, maka dia tidak akan dipercaya walaupun dia berkata benar, sebab orang khawatir takkan bisa membedakan mana yang sungguh mana yang bohong
Dia yang terbiasa kasar, kotor, melaknat dan meleceh, maka linang airmatanya takkan ada harganya, sebab perilaku tercelanya sudah melekat dan terkenal melebihi apapun
Pongah dirinya, menuding mereka yang meratapi puing reruntuhan rumahnya sebagai 'mereka yang tak tahu diri', airmata para korban penggusuran dianggap lelucon, itu yang diingat
Jumawa dirinya, saat membentak-bentak dan menyalah-nyalahkan orang lain, merasa keimanannya yang paling hebat, surga dijamin baginya, melawan Tuhan! itu yang diingat
Angkuh dirinya, merasa paling bhinneka, merasa paling NKRI, merasa paling pancasilais, melempar kata kotor pada semua yang dianggap lawannya, itu yang diingat
Dan jangan lupa airmata-airmata yang tertumpah, karena merasa tak berdaya, tak memiliki apa-apa lagi, itulah airmata yang kami ingat, bukan airmata sandiwara
Memang bukan tugas kita menelisik niatan orang menangis, sebab itulah penista agama tetap harus dihukum, tetap dijalankan haknya mendapatkan hukuman yang seadil-adilnya
Bila dulu Umar bin Khaththab menangis ketika diberikan kekuasaan sebagai Khalifah, maka sekarang mereka menangis untuk dapatkan dukungan agar bisa berkuasa
Dan bagi kita semua, ambillah suatu pelajaran. Bahwasanya ada makhluk-makhluk yang RELA berbuat apapun, walau bertentangan dengan tabiat alaminya, untuk mendapat KEKUASAAN semu
Facebook: Ustadz Felix Siauw
