Nasehat Untuk Orang Yang Merendahkan Sesama Muslim Dan Orang Yang Menghalalkan Darah Mereka Hanya Karena Berbeda Pendapat

Nasehat Untuk Orang Yang Merendahkan Sesama Muslim Dan Menghalalkan Darah Mereka Hanya  Karena Berbeda Pendapat


Oleh : Ustadz Syamsul Rahmat 

Nasehat Untuk Orang Yang Merendahkan Sesama Muslim Dan Menghalalkan Darah Mereka Hanya  Karena Berbeda Pendapat

Sadarlah dari kejumudtanmu,ke.egoisanmu,dan merasa 'Surga' hanya milikmu..
jawaban untuk orang yang menyebutkan sesama muslim adalah penghuni kebon binatang,.
Musuh tidak gentar jika engkau hanya duduk bersila mencukupkan diri dengan ilmu saja.
Musuh tidak gentar jika engkau hanya menjadi ahli ibadah yang tidak menghiraukan keadaan saudaramu

Musuh tidak gentar jika engkau hanya mengajak manusia pada pendapatmu dan BERLISAN tajam pada yang di luar kelompokmu
Musuh tidak gentar jika engkau hanya mendakwahi manusia ke tauhid menurut tafsiranmu, yaitu "tauhid" yg menjadikan LISANMU tajam terhadap ulama dan ahli kiblat.
Akan tetapi yg menjadikan musuh gentar adalah ketika kalian mulai bersatu, MERANGKUL satu sama lain serta tidak merasa diri paling BENAR..

Nasehat Untuk Orang Yang Merendahkan Sesama Muslim Dan Orang Yang Menghalalkan Darah Mereka Hanya Karena Berbeda Pendapat


Musuh akan gentar ketika umat Islam kembali mendidik generasinya seperti didikan salafussholeh, yaitu didikan yg akan menghasilkan manusia-manusia seperti Khalid bin Walid, Qa'qa', Mutsanna, Shalahuddin Al Ayyubi, Sultan Al Fatih, dan lainnya

Musuh akan gentar ketika umat Islam sudah mulai bersatu menggalang kekuatan utk kembali membangun khilafah yg telah runtuh pada tahun 1924 lalu.
Musuh akan gentar ketika umat Islam mengikuti sifat salafussholeh yg Allah gambarkan dalam surat Al Fath ayat 29, bahwa mereka KERAS terhadap org kafir dan lembut terhadap orang mukmin, bukan SEBALIKNYA...

Tanyakan pada sejarah ttg kejayaan umat Islam dahulu, apakah ia tercapai hanya mencukupkan diri dgn mengkaji kitab saja?
Tanyakan pada sejarah ttg pahlawan mujahid yg "menjadikan" khilafah Islam menjadi bangsa terkuat pada masanya, apakah cukup dengan menghadiri ta'lim saja kemudian suka MENYALAHKAN yg lainnya?

Nasehat Untuk Orang Yang Merendahkan Sesama Muslim Dan Orang Yang Menghalalkan Darah Mereka Hanya Karena Berbeda Pendapat

Jikalau seandainya kita mau inshaf, sungguh jawabannya adalah bahwa mereka dididik utk mempunyai ghirah terhadap agamanya.
Tertanam dalam diri mereka jiwa perjuangan dan pantang mundur, bukan jiwa "Saluli" yaitu pengikut Abdullah bin Ubay bin Salul yg suka berpaling dari medan juang serta menggembosi perjuangan kaum muslimin.

Hanya saja jika hati sudah tertutup dgn fanatik buta maka sulit menerima kebenaran dari yg lainnya.
Hadanallaahu wa iyyaakum.

Wallahua'lam

Dengan Sedikit Editan

Allah SWT sejak 15 abad yang silam menurunkan wahyu kepada Rasulullah SAW yang termaktub dalam surat Ali Imran [3] ayat 103 :
“Dan berpegang teguhlah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kalian bercerai-berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kalian dahulu (masa jahiliyah) bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hati kalian, lalu menjadilah kalian karena nimat Allah orang-orang yang bersaudara”

Imam Ibnu Katsir (Tafsirul Qur`anil 'Azhim, juz 1, hal. 477) menyatakan bahwa tali Allah (hablullah) adalah Al Quran yang diturunkan dari langit ke bumi. Siapapun yang berpegang teguh kepada Al Quran berarti ia berpegang kepada jalan lurus. Sementara itu, ayat tersebut merupakan perintah Allah SWT kepada mereka untuk berpegang pada al jamaah dan melarang mereka dari tafarruq (bercerai-berai). Dari sini terang sekali bahwa ketercerai-beraian tersebut disebabkan tidak dijadikannya Islam sebagai pegangan dalam mengatur kehidupan.

Agar kaum muslimin tidak tercerai-berai dari Islam sebagai jalan Allah SWT, Al Quran menegaskan :
“Dan bahwa (yang Kami perintahkan) ini adalah jalan-Ku yang lurus, maka ikutilah jalan tersebut; dan janganlah kalian mengikuti jalan-jalan lain, karena jalan-jalan itu mencerai-beraikan kalian dari jalan-Nya. Yang demikian itu diperintahkan Allah kepada kalian agar kalian bertaqwa” (QS. Al An'am 153).

Ayat di atas dengan terang menunjukkan bahwa bila umat Islam tidak benar-benar mengikuti jalan Islam, malahan justru mengikuti jalan-jalan yang bertolak belakang dengan Islam, niscaya jalan-jalan yang bukan berasal dari Islam tersebut akan mencerai-beraikannya dari jalan Allah SWT.

Wallahua'lam

Banner iklan disini