Metro Tv Bantah Lakukan Kebohongan Publik Seperti Yang Dituduhkan Oleh Beberapa Media Online
Metro Tv membantah karena telah dituduh memberitakan kebohongan oleh beberapa media online beberapa hari terakhir.
Sebelumnya, beberapa reporter metro tv mengalami pengusiran oleh masa Aksi Bela Islam III di Jakarta.
Peristiwa itu bermula ketika salah seorang reporter Metro TV yang sedang meliput aksi menyebutkan, bahwa peserta Aksi Bela Islam III dihadiri 50 ribu orang. Sontak pernyataan tersebut menimbulkan kemarahan dari peserta aksi.
Meskipun kemudian reporter tersebut menyebutkan bahwa pantauan dari udara massa terus berdatangan dan bertambah sehingga bisa jadi massa akan berjumlah jutaan.
Namun massa di sekitar tampak sudah terlanjur emosi mereka mengusir wartawan Metro Tv dan meneriakkan "metro tipu.. metro tipu.." dengan mengacungkan jempol ke bawah.
Video tersebut sudah beredar luas dan viral di media social.
Metro Tvpun melakukan klarifikasi dengan menayangkan secara utuh peliputan saat terjadi pengusiran reporternya. Metro Tv mengaku sudah memenuhi kaidah jurnalistik karena sebelumnya sudah menanyakan terlebih dahulu jumlah peserta aksi di sekitar Patung Kuda.
Menurut Metro Tv hal tersebut perlu dilakukan karena beberapa media online telah menuduh metro tv melakukan kebohongan publik.
Dalam video utuh Metro Tv reposrter Metro Tv juga menjelaskan dari pantauan udara bahwa massa terus berdatangan dan terus bertambah bisa jadi jumlahnya jutaan.
Sementara anggota Dewan Pers Imam Wahyudi juga mengatakan bahwa Metro Tv menurutnya tidak melakukan kebohongan publik. Dewanpers mengingatkan bahwa sangat riskan menyebutkan jumlah dalam kondisi seperti itu dan tidak relevan.
Dewan Pers juga mengingatkan masyarakat dan media untuk introspeksi. Masyarakat seharusnya bisa bersikap dewasa,
Dewan perspun mempertanyakan mengapa pengusiran hanya terjadi terhadap televisi tertentu saja, dan tidak terjadi pada semua televisi.

