Kebakaran Gudang di California 30 orang Tewas

Kebakaran Gudang di California 30 orang Tewas

Kebakaran besar yang terjadi semalam di Oakland, Finlandia ternyata melanda sebuah gudang atau rumah serbaguna. Bukan kelab malam seperti yang sebelumnya diberitakan. Bangunan itu selama ini menjadi tempat berkumpul beberapa seniman, termasuk para pemusik.

Korban tewas kebakaran telah mencapai 30 orang. Petugas penyelamat mengatakan, itu belum jumlah akhirnya. Pencarian masih terus dilakukan, sementara enam di antaranya telah berhasil diidentifikasi.

Keenam korban yang sudah diumumkan identitasnya, adalah Cash Askew, Donna Kellogg, Pete Wadsworth, Barrett Clark, Nex Luguolo dan Travis Hough. Cash Askew dikenal sebagai seorang transgender musisi dari San Francisco. Barrett Clark yang kenal dekat dengan Askew adalah seorang pekerja lepas di bidang penataan musik dari Santa Rose.

Orang-orang yang mengenal Clark mengingatnya sebagai insiprator dan pelita yang menerangi jalan. Lulusan dari SAE Expression College itu kabarnya telah menyentuh hidup banyak orang sebelum kebakaran menghanguskan jasmaninya. Insiden ini terjadi pada Jumat 2 Desember malam waktu setempat.

Bangunan yang terbakar selama bertahun-tahun ditempati oleh para seniman jalanan dan menjadi hunian juga studio kreasi mereka. Perusahaan label music 100% Silk yang menggelar pesta saat insiden terjadi akhirnya angkat bicara.

“Apa yang terjadi di Oakland adalah tragedi yang tak dapat dipercaya, benar-benar mimpi buruk. Britt dan saya merasa sangat kehilangan dan hancur. Kami sangat dekat dengan komunitas seniman di sana dan di sini kami semua berdoa, mengirim cinta dan belasungkawa kepada para korban dan keluarga,” demikian keterangan resmi dari 100% Silk, seperti dilansir dari Daily Mail, Senin (5/12/2016).

Selain korban tewas, polisi dan petugas pemadam kebakaran juga sibuk mencari 25 orang yang hilang dalam tragedi ini. Sedikitnya 55 petugas damkar dikerahkan lokasi kejadian dan terus bekerja siang malam.

Upaya pencarian rencananya akan selesai dalam waktu dua hari lagi. Konstruksi yang buruk menyebabkan para korban yang rata-rata berusia 20 sampai 40 tahun terjebak di dalam bangunan selama berjam-jam.

Mereka tidak memiliki sistem antiapi, seperti tabung pemadam kebakaran, detektor asap dan keran yang otomatis menyiramkan air saat kebakaran terjadi. Saksi mata menerangkan, hampir seluruh perabotan rumah berbahan kayu sehingga mudah terbakar.



Rumah itu juga kedap udara dan berjendela logam sehingga tak ada yang bisa keluar hidup-hidup dari sana. Kebanyakan korban kebakaran di California ditemukan di lantai dua bangunan. Sementara penyebab kebakaran hingga saat ini belum diketahui.

Beberapa saksi mata mengatakan api pertama kali terlihat menyambar dari pekarangan belakang rumah dan menyebar dengan cepat dalam waktu lima menit.
Banner iklan disini