Bocah-Bocah Ciamis, Kami Iri dan Kami Malu Dengan Kalian...

Foto Santri Ciamis sampai di Rancaekek Bandung
Oleh Nurmala Ulfah
Bismillah
Siapa sangka sebelumnya? bahwa angin segar pembawa semangat itu berhembus dari wajah manis bocah-bocah Ciamis?
Sebuah kota yang nyaris tak terbesit untuk disebut oleh siapapun dan media manapun selama ramainya kasus si bapak Nganu ini?
Melihat tekad mereka berjalan kaki menuju DKI dalam jarak ratusan kilometer, membuktikan bahwa tekanan dan kesulitan apapun tak mampu menghalangi jika ghiroh itu sudah tumbuh di hati.
Wajah-wajah manis itu mampu mengundang gerimis di hati semua warga yang menyambut mereka sepanjang perjalanan yg mereka lalui.
Hati yang gerimis pun menggerakkan tangan mengulurkan apapun yang bisa diberi...
Bah! Pemandangan indah macam apa lagi ini?!
Panas terik, hujan yang dingin, menanjak dan menurun.... mereka terus melangkah.
Lelah? sudah pasti. Tapi kelelahan itu tak juga menyurutkan semangat mereka.
Terbuat dari apa hati mereka itu??
Malahan, tapak-tapak kaki mereka meninggalkan jejak yg seolah berteriak memanggil kaki-kaki lain untuk ikut serta melangkah, menambah panjang barisan pasukan dengan semangat baru.
Seperti menggelindingnya bola salju, makin membesar dan terus melaju.
Hey bocah2 manis Ciamis, kalian sungguh egois sekali. Keegoisan yang membuat membuat kami iri. Kalian mencuri perhatian Allah dgn semena-mena. Membuat kami malu dibuatnya.
Kafilah Ciamis... Terima kasih atas pelajaran besar ini. Nama kalian akan tercatat dalam tinta emas sejarah negeri ini... dalam setiap hati yg masih bersemayam cinta pada Illahi...
Bapak2 pemimpin dan warga Jakarta... tolong sambutlah mereka dgn suka cita.
Mereka anak bangsa yang baik dan tak suka hura-hura.
Mereka hendak bertamu dan meyuarakan isi hati mereka.
"Peluk" dan usap kepala mereka dgn kasih sayang selayaknya orang tua pada anaknya.....
