Sebarkan Maklumat Dengan Helikopter, Netizen: Kok Mirip Inggris Menebar Pamflet di Surabaya Tahun 45?
Sepuluh hari menjelang aksi bela Islam III pihak polisi terus berusaha untuk meredam aksi tersebut. Salah satu cara yang tidak biasa pun ditempuh. Siang ini, Selasa (22/11) tampak helikopter berputar-putar di area Menteng dengan menebar kertas selebaran.
“Saya lihat helikopter diatas kantor menebar kertas, kemudian mutar lagi dari Tugu Tani ke sekitaran Cut Meutia”, ujar Samsul yang sedang di Jalan Menteng Raya.
Ichsan, salah satu karyawan di sekitaran Menteng bercerita “Saya mendapat selebaran ini dari lantai 5 kantor saya, isinya maklumat terkait penyampaian pendapat di muka umum”.
Banyak sekali kritikan dari orang di sekitar Menteng terkait aksi ini. “Persis jaman Orde Baru saja sekarang, mau aksi damai saja dihalangi”, saut Mas Putra, seperti dilansir sangpencerah.id.
“Polisi kok malah menebar sampah kertas lewat helikopter”, tambah Iqbal yang juga warga di sekitaran Menteng.
“Polri jangan menebar provokasi dengan menebar maklumat via helikopter”, terang Pedri Kasman selaku pelapor kasus penistaan Al Qur’an oleh Ahok.
Video yang memperlihatkan Helikopter menyebar pamflet tersebut diliput oleh beberapa stasiun televisi diantaranya CNN Indonesia dan Tv One, Video tersebut kini sudah banyak bertebaran di laman social media dan menjadi bahan perbincangan netizen.
Beberapa netizen menilai penyebaran pamflet ini mirip seperti Inggris di tahun 45 di Surabaya.
"jd ingat ketika tentara INGGRIS menebar pamflet kpd para pemuda/santri/tentara repoeblik di Soerabaja... agar para pejuang INDONESIA menyerah pada tentara Sekutu yg belakangan diboncengin Nica Belanda.... duh GUSTI siapa sekarang yg berperan sbg Sekutu, Belanda atau Para Pejuang Bangsa.... hanya ENGKAUlah yg tau" Tulis netizen bernama Gatot Subagio.
"jadi teringat Soerabaya 45
teringat tentara INGGRIS menebar pamflet kpd para pemuda/santri/tentara repoeblik di Soerabaja... agar para pejuang INDONESIA menyerah pada tentara Sekutu yg belakangan diboncengin Nica Belanda.... duh GUSTI siapa sekarang yg berperan sbg Sekutu, Belanda atau Para Pejuang Bangsa.... hanya ENGKAUlah yg tau...
akankah bung tomo2 skrg jg akan berteriak takbir ALLAHU AKBAR...." Sahut netizen Yohan Zahrawi Al Misk.
Kamipun (Red) Mulai penasaran dengan sejarah tersebut dan mencoba mencari referensi dari google, dan akhirnya ketemu salah satu referensi yang menyatakan:
Pada tanggal 27 Oktober 1945 sekitar pukul 11.00, satu pesawat terbang Dakota yang datang dari Jakarta, menyebarkan pamflet di atas kota Surabaya. Isi pamflet atas instruksi langsung dari Mayor Jenderal Hawthorn, Panglima Divisi 23 yang disebarkan di seluruh Jawa, memerintahkan kepada seluruh penduduk untuk dalam waktu 2 x 24 jam menyerahkan semua senjata yang mereka miliki kepada Perwakilan Sekutu di Surabaya, yang praktis ketika itu hanya diwakili tentara Inggris. Dalam seruan tersebut tercantum antara lain :
“Supaya semua penduduk kota Surabaya dan Jawa Timur menyerahkan kembali semua senjata dan peralatan Jepang kepada tentara Inggris….Barangsiapa yang memiliki senjata dan menolak untuk menyerahkannya kepada tentara Sekutu, akan ditembak di tempat (persons beeing arms and refusing to deliver them to the Allied Forces are liable to be shot).”
Dikabarkan, bahwa Mallaby sendiri terkejut dengan isi pamflet, karena jelas bertentangan dengan kesepakatan antara pihak Inggris dan Indonesia tanggal 26 Oktober, sehari sebelum pamflet tersebut disebarkan. Namun pimpinan Brigade Inggris mengatakan, mereka terpaksa melakukan perintah atasan. Mereka mulai menahan semua kendaraan dan menyita senjata dari pihak Indonesia.
Nah untuk sahabat-sahabat yang menyukai sejarah, bisa membaca ulasan lengkapnya di sini: https://tabloidsergap.wordpress.com/2012/11/13/ketika-surabaya-diultimatum-dua-jendral-inggris-tew
Berikut adalah video saat pembagian maklumat melalui helikopter yang disiarkan oleh stasiun televisi TV One:
as/

