'Jangan Injak Rumput!! Nanti diliput sama Metro Tv!!', Ucap seorang Peserta Aksi Bela Islam 4 November

Jangan Injak Rumput

Aksi bela Islam 4 November diperkirakan dikikuti 2,3 juta umat Islam yang datang dari berbagai daerah di Indonesia.

Kami (redaktur) termasuk salah satu orang yang ikut dalam aksi tersebut. Kami benar-benar merasakan persatuan dan kesatuan umat Islam saat aksi berlangsung.

Massa bergerak dari Masjid Istiqlal seusai sholat Jum'at, kami bersama rombongan dari daerah Jawa Timur dan berada di atas mobil orasi Jawa Timur.

Kami mencoba menyiarkan langsung acara yang diikuti jutaan orang ini melalui fanspage kami, namun saat mobil orasi berada di depan gedung Balai Kota Jakarta, tiba-tiba seluruh operator yang kami pakai tidak dapat dipakai. Otomatis streaming berhenti karena tak ada koneksi internet.

Kemudian kami memutuskan turun dari mobil orasi. Kami sangat kesulitan turun dari mobil karena sempitnya tempat dan banyaknya orang yang ada di atas mobil termasuk para orator, namun di sini kami melihat sebuah persatuan luar biasa umat Islam. Saat  kesulitan turun dari mobil tersebut, ternyata umat Islam yang berada di bawah kami memegangi erat kami, ada yang memegang kaki, yang di atas mobil mereka memegang tangan kami,

Kemudian kami turun perlahan sedang massa yang di bawah langsung memegang pungung saat turun agar tidak terjatuh.

Cerita tak hanya sampai di situ, dari para rombongan berbagai unat Islam mereka saling mengucapkan salam.

Hal yang unik yang kami temuai saat kami mencoba berjalan ke arah Halte Stasiun Gambir   terdengar teriakan:

"Awaas... jangan injak rumput taman, nanti diliput MetroTV" teriak pengunjuk rasa saling mengingatkan.

Ya, media maintream memang seringkali meliput hal-hal yang buruknya saja, namin mereka seringkali tak meliput hal-hal baik yang dilakukan Umat Islam.

Bahkan kami melihat massa dari orang-orang FPI mereka membawa banyak kantong plastik besar di dalam tas mereka, sambil berjalan, mereka mengambil sampah-sampah yang dibuang sembarang, selain itu, banyak sekali tersedia kantong-kantong plastik berwana hitam yang ditaruh dipingir troroar sebagai tempat membuang sampah.

Kami terus berjalan ke arah Halte stasiun gambir, di tengah perjalanan, banyak sekali yang menawari untuk makan dan minum.

Sehinga dalam aksi tersbut, hampir tidak ada cerita massa yang kelaparan karena tidak ada makanan.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Banner iklan disini