Inilah Twit Terakhir Prof. Sarlito Saksi Ahli Kasus Ahok Sebelum Meninggal Dunia, Ia Juga Membuat Tulisan Yang Membela Ahok
Guru Besar Fakultas Ilmu Psikologi Universitas Indonesia (UI) Prof DR Sarlito Wirawan dikenal sebagai sosok yang mendukung Basuki Tjahaja Purnama dan pernah mengatakan bahwa "Islam dan Tuhan Tidak Perlu Dibela".
Beberapa twitnya sebelum ia meninggal masih terlihat di laman twitternya di akun @sarlitosarwono.
Ia menulis, "Kebersihan bagian dr iman? Buktinya, bubar "aksi damai", ninggalin sampah berserakan. Pd hal mengusung nama Islam."
Padahal di aksi bela Islam kemaren banyak sekali disediakan plastik kantong hitam besar untuk membuang sampah, bahkan ada Pasukan khusus disebut dengan Pasukan semut Ibrabim yang meraka menjadi sukarelawan membersihkan sampah, tak hanya itu, ribuan santri Aa Gym Daaruttauhid mereka juga membawa sapu untuk membersihkan sampah para peserta aksi.
Dalam twitternya ia juga menulis, "Demo! rusak!ujaran kebencian! SARA!utk bela Islam? AWAS!! Lama2 malah Islam dibenci umatnya sendiri krn muak!"
Pernyataan tersebut justru terbantah oleh Aagym saat di ILC Tv One yang menceritakan pasangan Nasrani yang melaksanakan akad nikah di Gereja Kathedral dekat Masjid Istriqlal dimana justru mereka dibantu dan diberi jalan oleh para pengunjuk rasa, bahkan Aa Gym mengatakan bahwa Aksi ini sungguh indah, tak hanya itu, peserta Aksi bela Islam 411 juga saling mengingatkan untuk tidak menginjak rumput
[Baca: 'Jangan Injak Rumput!! Nanti diliput sama Metro Tv!!', Ucap seorang Peserta Aksi Bela Islam 4 November]

Selain itu sebuah pernyataan Sarlito disampaikan melalui tulisanya berjudul "Mungkinkah Menistakan Agama?" yang di publikasikan oleh selasar.com, kamis (3/11/2016). Tulisan tersebut Sarlito tulis sebagai bentuk respon ketidak setujuanya dengan Aksi Bela Islam 4 November 2016 esok harinya kala itu.
"Pandangan saya mungkin tidak begitu populer, tetapi untuk saya, Islam dan Tuhan tidak perlu dibela. Anak-anak, perempuan, orang yang lemah dan tak berdaya, orang fakir dan yatim piatulah yang patut dibela, dan hal itulah yang sesuai dengan ajaran Islam" tulis Prof Sarlito.
Sarlito mengawali tulisanya dengan paragraf awal : "Demonstrasi dalam rangka membela Tuhan makin banyak. Hal ini membuat saya bertanya, "Mungkinkah membela agama?". Pertanyaan selanjutnya, "Sebegitu lemahkah Tuhan dan Agama sehingga memerlukan pembelaan dari umatnya?"
Dalam tulisanya ini Sarlito juga secara jelas membela Ahok pada kasus penistaan Al-Qur'an Surat Al Maidah di Kepulauan Seribu. Sarlito secara jelas menuliskan bahwa maksud Ahok bukan untuk menistakan Al-Qur'an.
11 Hari sejak tulisan tersebut dipublikasikan, tiba-tiba kondisi kesehatan Sarlito menurun, ia langsung dilarikan ke rumah sakit dan dinyatakan meninggal dunia di Rumah Sakit PGI Cikini, Jakarta Pusat, pada Senin tanggal 14 November 2016 sekitar pukul 22.18 WIB.
Semoga kita semua mendapat pelajaran dari semua peristiwa ini, dan memohon agar meninggal dalam keadaan khusnu khotimah, bukan dalam keadaan Su'ul khatimah.. Aamiin Yaa Rabba;'aalamiin.

