Heboh Video Nusron Nasehati Ahok Tanpa Melotot-lotot, Netizen: Awas! Operasi Playing Victim Mulai Dijalankan!

Heboh Video Nusron Nasehati Ahok Tanpa Melotot-lotot, Netizen Awas, Operasi Playing Victim Mulai Dijalankan!

Video Nusron yang sedang menasehati Ahok tengah ramai diperbincangkan oleh netizen di media sosial. Video itu sendiri beredar di akun resmi Facebook Ahok-Djarot.

Gubernur nonaktif DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama—Ahok—membenarkan soal video Nusron Wahid yang menasihati dirinya untuk segera insyaf.

Namun Ahok tidak mau berkomentar banyak mengenai video itu. Ketika ditanya oleh wartawan, Ahok hanya tertawa.

“Yaaa, temen lah, nasehatin. Di Lembang dia ngomong. Ada temen dia upload, ya udah lah upload aja,” kata Ahok usai menghadiri acara Ulang Tahun Kosgoro ke-59 tahun di Smesco, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Pusat, Sebagaimana dikutip dari Republika oleh Islampos, Senin (21/11/2016).

Dalam video tersebut, tampak Ahok dan Nusron sedang berbincang. Nusron memakai baju batik lengan panjang warna cokelat, sementara Ahok memakai kemeja kotak-kotak.

Dalam video yang berjudul Nasihat untuk Pak Ahok, Nusron menyarankan agar Ahok mau meminta maaf dengan serius terkait pernyataan surat Al Maidah ayat 51. Ahok tampak menerima nasihat dari Nusron dan tidak ada pembelaan yang dia utarakan saat dinasihati Nusron.

“Sebagai orang timur, sebagai orang Indonesia kita punya budaya. Bagaimana pun juga selama ini, hikmah daripada kejadian ini bapak itu sudah dianggap merepotkan banyak pihak,” kata Nusron.

“Karena itu, saya sebagai teman, sebagai sahabat, menyarankan, kalau bisa bapak sebagai orang timur, orang Indonesia, kita punya tradisi khas mintalah maaf keada publik, kepada umat Islam, yang akibat kejadian ini menjadi repot terutama pak polisi dan Panglima TNI juga,” kata Nusron.

Seperti diketahui, pada acara ILC TVOne beberapa waktu yang lalu, Nusron dengan mata melotot bicara didepan ulama. Sikap Nusron mengundang kritik dari berbagai pihak, seperti Ustadz Yusuf Mansur dan KH Hasyim Muzadi. Kini, mata melotot Nusron tidak dihadiahkan ketika bicara di depan Ahok. Kok bisa beda ya?

Seorang nitizen justru menilai drama tersebut adalah playing victim, tulis netizen Umaier Khaz dalam facebooknya, berikut ia menganalisa video tersebut:

•PLAYING VICTIM DIMULAI•
(Warning: Baca tulisan ini sebelum melihat potongan sinetron di bawah)

Apa yang Anda pikirkan setelah melihat video yang sedang diviralkan sejak semalam ini?

Orang yang baru saja namanya melambung karna menentang dan merendahkan ulama demi membela mati-matian Seorang Penista AlQuran ini, tiba-tiba menasehati si Penista AlQuran agar mau minta maaf kepada Umat Islam, lalu merekamnya, dan menyebarkan video hasil rekamannya di media sosial.

Apa tujuannya? Agar Aksi 212 gagal. Operasi Playing Victim mulai dijalankan. Si Penista dan para pelindungnya akan memposisikan diri sebagai pihak yang terdzalimi, sudah minta maaf baik-baik tapi kenapa masih ada aksi yang menuntut agar dirinya dipenjarakan.

Tujuan utamanya dua. Memecah belah barisan Umat Islam (setelah melihat video ini ada yang akan tetap ikut aksi dan ada yang mengurunkan niat karna merasa sudah cukup Si Penista memelas seperti ini) dan mengesankan bahwa Umat Islam yang ikut turun dalam Aksi 212 adalah umat yang anarkis, radikal, tidak taat peraturan, penuh kepentingan politik, serta stigma-stigma negatif lainnya.

Kalau memang tulus meminta maaf, seharusnya dengan gentle dia mendatangi setiap stasiun televisi, mengadakan konferensi pers, mendatangi para ulama dan menyampaikan permintaan maaf, serta menyatakan dirinya berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya lagi. Bukan malah menviralkan video bersama orang yang tidak bisa dipercaya lagi karna telah melecehkan para ulama terdahulu lewat perkataannya bahwa yang tahu tafsir AlQuran hanyalah Allah semata.

Aparat resmi melarang, pihak tersangka diminta memelas minta maaf, sehingga siapa saja yang turun di Aksi 212 adalah pihak yang tidak taat hukum, legal untuk ditangkap dan diamankan.

Sang Dalang dan majikannya benar-benar ketakutakan dengan gerakan massive Umat Islam. Segala cara mereka gunakan untuk menggembosi Aksi 212.

Sadarlah bahwa ini adalah bagian dari panggung perwayangan. Sang Dalang dan wayangnya masih melangsungkan ceritanya sesuai permintaan penonton VVIP.

Allahul musta'aan.

Berikut videonya.

 
Begitulah kira-kira
Banner iklan disini