"Nyala Untuk Yuyun" dan Saham DKI di Angker Bir Bukti Rusaknya Negara!
Kasus perkosaan dan pembunuhan terhadap Yuyun menjadi bukti abainya negara dalam menjaga akal, kehormatan, juga jiwa warga negaranya.
Yuyun meninggal di bawah jilatan kebejatan 14 pemuda yang menenggak miras. Dan seperti yang kebanyakan orang lakukan, saya berduka, larut dalam kesedihan. Namun kiranya membenamkan diri hanya sebatas slogan ‘Nyala untuk Yuyun’ bukan jawaban yang menyelesaikan. Di luar sana ada banyak Yuyun-yuyun yang lain yang bersembunyi dan siap meledakan tangis manakala waktu telah matang. Tragedi kemanusiaan akibat mabuk memang tidak ada habisnya dan menjadi salah satu pintu yang paling lebar dari segala tindak kriminal.
Minuman keras salah satu pemicu terjadinya kasus tersebut tidak di larang Secara tegas dari sisi produksi dan distribusinya baik yang legal karena mengantongi izin dari pemerintah and maupun yang ilegal hanya karena memiliki nilai ekonomi yang menguntungkan.
Bahkan tak tanggung-tanggung, Pemerintah DKI memiliki Saham terbesar 26,25 % di perusahaan Bir yakni ANKER BIR, PT Delta Djakarta Tbk na'udzubillah tsumma na'udzubillah.
Sekadar catatan, PT Delta Djakarta Tbk merupakan perusahaan yang bergerak di bidang produsen dan distributor minuman beralkohol di Jakarta. Tahun 2012, PT Delta Djakarta masuk ke dalam tiga besar BUMD penyumbang pendapatan asli daerah (PAD) terbesar bagi DKI, yaitu sebesar Rp 48.346.161.000, dan jauh melebihi PAD yang diberikan PD Pasar Jaya dan PT Jakarta Propertindo, yang sahamnya mayoritas dimiliki Pemprov DKI. (Sumber: Kompas.com
Inilah fakta dari sebuah sistem rusak demokrasi. Demokrasi, yang halal jadi haram, harampun jadi halal.
Padahal bahaya dari khamar itu dapat merusak akal sedangkan secara fitrah manusia itu makhluk berakal kalau akal sudah rusak manusia bisa lebih buas dari binatang.
Hanya islam dengan syariat yang diterapkan oleh negara (khilafah). Yang dapat menjamin terjaganya akal, kehormatan, dan jiwa warga negaranya baik itu yang muslim maupun non muslim.
Tulisan kiriman dari Mad Kurniawan, Kirimkan Tulisan Anda melalui email: beritaislamterbaru.org@gmail.com

