Habis Sandi Meroket, Terbitlah Tagar Sarkasme


Beritaislam -  Momentum Pemilu Presiden 2019 telah menjadi medium transformasi bagi Sandiaga Uno. Sandi telah menjadi magnit baru politik di tanah air. Setiap kunjungan ke daerah, massa berjubel ingin bertemu dengannya. Berbagai lembaga riset politik mengkonfirmasi efek Sandi bagi Prabowo. Habis Sandi meroket, terbitlah tagar sarkasme.

Sandiaga Salahudin Uno atau lebih dikenal Sandiaga Uno telah berubah menjadi politisi muda yang cukup berpengaruh, khususnya dalam hajatan Pilpres 2019 ini. Sandi tak ubahnya menjadi fenomena. Jejak Sandi sebagai politisi tahan banting telah ia tunjukan saat kontestasi Pilkada DKI Jakarta pada 2017 lalu.

Simak saja, serangkaian kegiatan ke daerah selalu dikerumuni massa. Histeria dan elukan massa selalu menyambut kehadiran Sandi. Paras Sandi yang enak dilihat (good looking) serta sosok energik, muda, semakin menggenapi stamina Sandi yang hingga saat ini telah menembus 1.200 lebih titik kunjungan ke daerah-daerah se-Indonesia. Capaian yang tak bisa dilakukan oleh kandidat petahana sekalipun seperti Jokowi dan Ma’ruf.


Situasi itulah yang belakangan memunculkan tanda pagar (tagar) #SandiwaraUno dari pihak yang tidak nyaman dengan efek Sandi di berbagai daerah. Tagar itu muncul pertama kali pada awal Desember lalu, saat Sandiaga berkunjung ke Kota Pinang, Labuhan Batu, Sumatera Utara pada Selasa (11/12/2018).

Tudingan Sandi melakukan sandiawara bermula dari video yang beredar tentang penolakan seorang warga atas kehadiran Sandi ke pasar tradisioonal di Sumatera Utara itu. Tampak seorang pria berbaju putih, yang diduga bagian dari rombongan Sandi, berusaha mencopot tulisan yang isinya penolakan terhadap kehadiran Sandi. Namun upaya tersebut dicegah oleh pria bertopi dan kembali menempelkan tulisan tersebut. Pencegahan pencopotan itulah yang dinilai sebagai upaya playing victim oleh Sandi.

Jika mencermati dialog antara Sandi dengan Hendrijot, tampak jelas sikap politik Hendrijot menolak kehadiran Sandi dan mengaku pendukung Jokowi. Ia pun mengakui jika dirinya yang memasang tulisan tersebut. Alih-alih Sandi marah atas penolakan itu, Sandi justru mengajak bicara pria yang menolaknya.


Meski telah dibantah soal pemasangan tulisan penolakan terhadap Sandi bukanlah rekayasa, tetap saja, para perisak Sandi menuding Sandiaga melakukan sandiawara alias tipu-tipu. Rupanya pola ini terus digunakan oleh para perisak Sandi.

Saat Sandiaga melakukan kunjungan di Kota Makassar, pada Sabtu (26/1/2019) Sandi juga kembali dituding melakukan Sandiwara. Video yang diunggah Sandi berdialog dengan pria berlumpur tubuh bagian depannya yang merupakan korban banjir dinilai hanya rekaan saja. Tudingan itu muncul dari perisak Sandi lantaran punggung pria yang berdialog dengan Sandi tampak masih bersih.



Namun, Ilyas, pria yang berlumpur menepis tudingan dari perisak Sandi. Ia memastikan badan bagian depan miliknya benar-benar berlumpur. Ilyas menyebutkan badan bagian depan berlumpur karena sebelum bertemu Sandi, ia membersihkan bagian bawah tempat tidur dan meja di kediamannya.

Tudingan kembali muncul kepada Sandi saat bertemu dengan petani bawang pada Senin (11/2/2019) kemarin di Brebes, Jawa Tengah. Video curhat petani bawang, Subhan juga dituding sebagai sandiwara Sandiaga. Pemicunya karena Subhan belakangan diketahui sebagai mantan komisioner KPU Kabupaten Brebes. Ia telah purna tugas pada Oktober 2018 lalu.

Subhan, petani bawang asal desa Kresek, Brebes, Jawa Tengah untuk membantah tudingan kubu Jokowi-Ma’ruf tindakan dia bersama Sandi yang diunggah di media sosial Sandi hanyalah sandiwara saja.

Demi Allah bukan sandiwara, apa yang saya sampaikan merupakan kenyataannya. Kalau itu dianggap hoax saya siap diproses hukum. Saya bertangungjawab kepada Allah, sebut Subhan saat dihubungi INILAH.COM, Selasa (12/2/2019).

Subhan mengatakan tidak ada larangan bagi komisioner KPU merangkap menjadi petani. Ia mengungkap saat dirinya masih aktif menjadi komisioner KPU telah menjadi petani bawang, namun gagal panen. Tidak ada larangan di KPU untuk menjadi petani. Saat saya masih aktif di KPU saya juga punya sawah tanah. Akhir tahun 2017 saya tana mbawang merah 1/4 hektar saat musim rendeng namun gagal panen, tambah Subhan.



Pada saat tahun 2018, kata Subhan, dirinya megajukan pinjaman ke Bank Puspa Kencana di Brebes, Jawa Tengah. Namun, nasib sial kembali menimpa Subhan. Akibatnya cicilan di Bank Puspa Kencana tak bisa ia cicil. “Setelah itu di pertengahan Oktober saya habis masa jabatan KPU, saya tidak terpilih lagi menjadi KPU. Saya kemarin habis modal, sawah saya asewakan ke orang lain sebesar Ro 3,4 juta, yang 1.4 hektar saya kelola sendiri,” sebut Subhan.

Ia mengaku kehadirannya dalam acara Sandiaga Uno tanpa diskenariokan sebelumnya. Hal tersebut bermula informasi yang ia dengar tentang kegiatan Sandi di Desa Kresek, Brebes. Bahkan, kata Subhan, mulanya ia dilarang bertanya oleh pembaca acara lantaran baju yang ia pakai berupa batik dianggap bukan sebagai petani. Akhirnya saya diberi kesempatan bicara dan saya sampaikan apa adanya kondisi yang saya alami, tandas Subhan.

Perisakan kubu Jokowi-Maruf terhadap Sandi dimunculkan melalui tanda pagar #SandiwaraUno serta #SandiwaraManjah. Tagar sarkasme kepada Sandi ini sejatinya memiliki arti cerita rakyat kepada Sandi hanyalah tipu-tipu saja. Rakyat menjadi bagian skenario sandiwara Sandiaga Uno. Begitu makna yang muncul dari tanda pagar sarkasme itu.

Sandiaga Uno dalam sebuah kesempatan menanggapi tudingan sandiwara atas kunjungan yang ia lakukan di sejumlah tempat. Sandi justru mengingatkan agar elit tidak menjadikan curhatan rakyat sebagai bahan olok-olok apalagi berprasangka negatif. Yang disampaikan rakyat itu apa adanya, tidak ada rekayasa, tepis Sandi, akhir Januari lalu.

Sandi mengaku tak mungkin merekayasa curhatan rakyat saat dirinya berkunjung di daerah-daerah. Menurut dia, kondisi saat ini tak membuka ruang untuk merekayasa suatu peristiwa. Ada media sosial, ada polisi yang mengawal, ada wartawan, mana berani hal-hal seperti itu direkayasa, ga akan bisa, tandas Sandi. (Inilah)

[news.beritaislam.org]

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Banner iklan disini