Duh Miris Sekali! Meringkuk Di Penjara karena Keberatan Pembangunan Gedung Tutup Akses Jalan Rumahnya








Beritaislam - Pak RW Sudirman (51) tidak pernah menyangka bila ia harus meringkuk di sel penjara. Ia meringkuk karena keberatan dengan pembangunan gedung yang menutup akses jalan rumahnya.

Awalnya, jalan kecil ke rumahnya dari Jalan Gajah, Maricaya, Makassar selebar 2 meter. Tapi belakangan, jalan ini kemakan pembangunan bangunan baru sehingga jalan tinggal 1 meter. Sudirman tidak terima dan keberatan atas hal itu ke pemilik gedung.

"Bapak memprotes ini bangunan karena tata ruang memprotes bangunan buktinya disegel dan bapak memperjungkan akses kita masuk dan sepihak caranya bapak ditahan. Pemangilan pertama tersangka kedua tersangka sampai dipangil polisi dan saya harap polisi membuka matanya kasus ini," kata anak Sudirman, Erwin ditemui di lokasi sengketa, Jalan Gajah Makassar, Minggu (2/9/2018).

"Dia (pemilik gedung) melewati batas akses. Saat pembeliannya ada patokan sudah disepakati bersama. Jalan masuk 2 meter lebih dulu sekarang tidak sampai semeter bahkan," jelasnya.

Belakangan, Sudirman harus mendekam dijeruji besi selama 4 hari dengan status tersangka.

"Kalau pelapor melapor bahwa tidak menyenagkan atau mengancam mereka tetapi dasar ada sebab pembangunan di lorong ini sehingga kini diprotes. Makanya dia marah dia melakukan proses polisi sampai bapak ditahan dan dijadikan tersangka," jelasnya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polrestabes Makassar, Kompol Diari Astetika membenarkan penahanan seorang warga Jalan Gajah Makassar. Pelaku ditahan dalam kasus pengancaman saat memprotes bangunan di lorong rumahnya.

"Ada di tahanan. Tersangka Sudirman Bugis, kasus pengancaman," kata Diari.

Diari menjelaskan jika penahanan Sudirman terkait hanya karena protes bangunan menuju jalan masuk rumahnya, melain melakukan pengancaman.

"Bukan karena protes bangunan, Korban sekaligus pelapor atas nama Basri. Pasal 335 ayat (1) KUHP," imbuhnya.

Dari pantauan detik.com di Jalan Gajah Makassar, nampak bangunan tersebut telah disegel oleh Dinas Tata Ruang dan Bangunan (DTRB) Pemkot Makassar. Bahkan spanduk bertuliskan tanah lorong tersebut merupakan wakaf untuk fasilitas jalanan umum terpampang jelas ditulisan spanduk tersebut. (Sumber)

[news.beritaislam.org]

Banner iklan disini
loading...

Subscribe to receive free email updates: