Ahok Jadi Tersangka, Polisi Justru Bakal Tambah Pengawalan Ahok saat Kampanye

Polisi akan memberikan pengawalan khusus terhadap calon gubernur DKI Jakarta nomor urut dua Basuki 'Ahok' Tjahaja Purnama saat berkampanye. Bahkan, Ahok akan dikawal lebih banyak polisi pada agenda tertentu.
"Kita akan tambahkan personel apabila pasangan nomor urut dua kampanye di wilayah tertentu," kata Kapolda Metro Jaya Irjen M. Iriawan di Mapolda Metro Jaya, Rabu (16/11/2016). Demikian seperti dilansir laman metrotv
BACA JUGAPerludem: Parpol yang Menarik Dukungan Terancam Hukuman PidanaDiadang Warga, Djarot Tak GentarPDIP Yakin Ahok-Djarot Menang Satu PutaranBrandconnect Trik Ciptakan Suasana Nyaman Agar Keluarga Betah di Rumah Iriawan menjelaskan, penambahan jumlah pengawalan tergantung pada daerah yang hendak didatangi. Penambahan pengawalan juga dilihat dari eskalasi ancaman yang terjadi di lapangan.
"Kalau kampanye di kecamatan, kita tambahkan satu satuan setingkat kompi (SSK), sekitar 90 orang. Kalau memang kurang, kita tambah. Kalau cukup, kita bisa kurangi. Tergantung situasi yang mengganggu jalannya kampanye," pungkas Iriawan.
Belakangan, warga semakin gencar menolak Ahok saat kampanye di sejumlah daerah di Ibu Kota. Penolakan juga merembet pada calon wakil gubernur DKI Djarot Saiful Hidayat.
Terkahir, penolakan warga kembali dilakukan saat Ahok blusukan di RT02/RW10 Gang Mandiri, Ciracas, Jakarta Timur. Di tengah guyuran hujan, sejumlah warga yang mengenakan peci menyatakan tidak menerima Ahok melakukan blusukan di daerah mereka.
Seperti diketahui, Ahok ditetapkan sebagai tersangka kasus penistaan Agama pada 16/11/16 kemarin oleh bareskrim.
Namun terkait keputusan tersebut, Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) DKI, Sumarno menegaskan penetapan tersangka Ahok tidak serta merta menggugurkan pencalonannya dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) DKI 2017. Ahok tetap bisa melanjutkan seluruh tahapan hingga 15 Februari 2017.
"Penetapan tersangka yang baru saja dilakukan pihak kepolisian tidak memengaruhi status Ahok sebagai cagub DKI. Beliau tidak gugur sebagai cagub, tetap bisa melanjutkan seluruh proses pilgub, mengikuti kegiatan kampanye sampai tahapan selesai," kata Sumarno sebelum membuka acara Pengukuhan dan Bimbingan Teknis Relawan Demokrasi di The Media Hotel, Gunung Sahari, Jakarta, Rabu (16/11).
